Menelisik Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Pengharaman Merokok

Oleh: Sakinah Ummu Zahroh (ITP 2012)

Sejarah rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Tembakau untuk pertamakalinya masuk ke Indonesia di bawa oleh orang-orang Portugis sekitar tahun 1600. Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian diisap asapnya, baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa, tetapi merokok bukanlah satu-satunya cara memamfaatkan tembakau untuk “kesenangan” manusia, karena ada berbagai bentuk dan olahan daun tembakau yang digunakan.

 

Dampak merokok dalam berbagai tinjauan aspek kehidupan

Unsur-unsur rokok dan zat yang dikandungnya

Lebih dari 3040 jenis bahan kimia dijumpai di dalam daun tembakau yang sudah kering. Berbagai jenis tembakau yang ditanam disuatu daerah atau suatu negara serta cara pemrosesan temabakau akan mempengaruhi komposisi bahan kimia yang dikandung oleh tembakau, terdapat didalamnya selain polisakarida dan protein adalah alkaloida nikotiana (0,5%-5%), alkan (0,1%-0,4%), terpene (0,1%-3%), polifenol (0,5%-11%), fitosterol (0,1%-2,5%), arsid karboksilat (0,2%-0,7%), nitrat alkali (0,2%-5%), dengan sekurang-kurangnya mengandung 30 komponen logam dan sejumlah besar alkohol, aldehida keton, amina, amida serta berabagai komponen heterosiklik. Di dalam rokok yang sedang dihisap si perokok atau disebut juga asap utama (mainstream smoke), terdapat sekitar 400 jenis bahan kimia, 200 diantaranya berbahaya terhadap kesehatan manusia. Adapun asap rokok yang keluar dari ujung rokok yang terbakar yang diisap oleh orang sekitar perokok disebut asap sampingan (sidestream smoke). Di dalam asap sidestream dijumpai adanya banyak bahan kimia yang bersifat karsigonik, berupa N notrosodimetilamin dan N nitrosodietilamin serta berbagai jenis logam berat. Kandungan racun utama pada rokok adalah nikotin, tar, karbon monoksida (gas CO), timah hitam, (Pb), dan eugenol (minyak cengkeh).

 

Dampak negatif dan positif merokok dalam kehidupan

Dampak terhadap aspek kesehatan

Merokok bukanlah sebagai penyebab suatu penyakit, tetapi dapat memicu suatu jenis penyakit sehingga boleh dikatakan merokok tidak menyebabkan kematian, tetapi dapat mendorong munculnya jenis penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Berbagai jenis penyakit yang dapat dipicu karena merokok dan dapat menyebabkan kematian (cause of death) suatu negara adalah penyakit kardiovaskular, penyakit neoplasma (terutama: kanker), penyakit saluran pernapasan, meningkatkan tekanan darah tinggi, meningkatkan prevalensi gondok, memperpendek umur, mempercepat terjadinya penyakit maag, menghambat buang air kecil, mengurangi efektifitas kerja obat, menimbulkan amblyopid, adiksi (ketagihan/candu), membuat lebih cepat dan memperburuk wajah.

 

Dampak terhadap aspek ekonomi

Bagi pemerintah, industri rokok kretek merupakan sumber pendapatan yang sangat penting. Dampak positif dari aspek ekonomi antara lain lapangan kerja yang luas, cukai tembakau sebagai pemasukan kas negara, devisa ekspor, tingkat kesejahteraan petani. Tetapi dampak negatifnya jauh lebih berbahaya. Merokok memerosotkan daya kerja penduduk dan menyebabkan kerugian di sektor ekonomi, yang berakibat pada menurunya produksi nasional. Hal itu disebabkan oleh:

  1. Lebih banyak kematian sebelum umur pensiun pada para perokok dibanding non perokok.
  2. Penyakit-penyakit akibat rokok yang tidak menimbulkan kematian tetapi mengaibatkan cacat serta biaya pengobatan yang tak sedikit.
  3. Para perokok ternyata lebih sering absen/alfa kerja.
  4. Hilangnya daya beli keluarga disebabkan oleh pengeluaran untuk belanja tembakau.
  5. Biaya penanggulangan kebakaran akibat rokok.

 

Dampak terhadap aspek sosial

Merokok dapat menyebabkan anak-anak dan pelajar putus sekolah. Penyebab pelajar menjadi perokok diaantaranya berasal dari lingkungan keluarga, pergaulan teman sebaya, lemahnya pengawasan di lingkungan sekolah maupun tempat umum, serta terpengaruh iklan dan promosi rokok. Menurut survei yang dilakukan oleh Pusat Studi Wanita (PSW) UGM pada 31 Desember 2008, sebanyak 29,1 persen remaja usia sekolah merupakan perokok aktif di Yogyakarta, dari jumlah tersebut 93 persen laki-laki dan 7 persen perempuan terhadap 400 responden yang berusia 7-14 tahun, terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, SMK dan remaja putus sekolah maupun anak jalanan di kota Yogyakarta.

 

Latar belakang munculnya fatwa MUI tentang pengharaman merokok

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Namun dibalik itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang yang disekitar perokok yang bukan perokok, yaitu :

  1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker tubuh. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida.
  2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara.
  3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun.
  4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok.
  5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat.
  6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin

 

Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan yang dilakukan manusia dengan mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Itulah mengapa fatwa haram ditempat-tempat umum dikeluarkan oleh MUI. Fatwa ini dikeluarkan dalam sidang tahunan MUI di Padang, Sumatra Barat dan bertujuan mengurangi jumlah perokok di kalangan anak-anak dan perempuan. Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Amin Suma mengatakan MUI memutuskan bahwa fatwa ini tidak ditujukan untuk seluruh perokok. “Anak-anak secara ekonomi belum mampu mencari uang, uangnya dari orang tua kadang-kadang minta sana sini. Merokok bagi perempuan hamil mengganggu janin. Jadi ini dilihat dari dunia kesehatan, ekonomi, tidak semata-mata dari sisi agama saja.”

 

Adapun isi dari keputusan fatwa MUI mengenai pengharaman rokok tersebut adalah : Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Insonesia III sepakat adanya perbedaan pandangan mengenai hukum merokok, yaitu antara makruh dan haram. (khilaf mâ baina al-makruh wa al-haram). Peserta Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III sepakat bahwa merokok hukumnya haram jika dilakukan :

a. Ditempat umum;

b. Oleh anak-anak; dan

c. Oleh wanita hamil

 

Dasar Penetapan

  1. Firman Allah SWT dalam QS. al A’raf (7): 157 :

…”Nabi itu menyuruh mereka kepada yang ma’ruf, melarang mereka dari yang mungkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan melarang bagi mereka segala yang buruk.”…

  1. Firman Allah SWT dalam QS. Al Isra (17): 26-27 :

“Janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros”.“Sesungguhnya orang-orang yang belaku boros itu adalah saudarasaudara syaitan. Dan syaitan itu sangat ingkar terhadap Tuhannya.”

  1. Hadis Nabi :

“Tidak boleh membuat madarat kepada diri sendiri dan tidak boleh membuat mudarat kepada orang lain.”

  1. Kaidah fiqhiyyah :

“Bahaya harus ditolak semaksimal mungkin.”

  1. Kaidah fiqhiyyah :

“yang menimbulkan madarat harus dihilangkan/dihindarkam.”

  1. Kaidah fiqhiyyah :

“Penetapan hukum itu tergantung ada atau tidak adanya ‘illat.”

  1. Penjelasan delegasi Ulama Mesir. Yordania, Yaman, dan Syria bahwa hukum merokok di negara-negara tersebut adalah haram.
  2. Penjelasan dari Komnas Perlindungan Anak, GAPPRI, Komnas Pengendalian Tembakau, Departemen Kesehatan terkait masalah rokok
  3. Hasil rapat koordinasi MUI tentang masalah merokok yang diselenggarakan pada 10 september 2008 di Jakarta, yang menyepakati bahwa merokok menimbulkan madarat disamping ada manfaatnya.

 

Pandangan ulama tentang hukum merokok

Dasar hukum penetapan fatwa MUI

Pertama, Keharaman rokok tidak ditunjuk langsung oleh al-Qur’an dan Hadis, melainkan merupakan hasil produk penalaran para pengurus MUI, sehingga bisa benar atau keliru. Dengan demikian, keharaman rokok tak sama dengan keharaman khamr. Sementara larangan yang umum, tidak disebut haram melainkan makruh.

Kedua, Yang menjadi causa hukum (`illat al-hukm)nya, demikian menurut ulama MUI, adalah karena merokok termasuk perbuatan yang mencelakakan diri sendiri. Rokok mengandung zat yang merusak tubuh. Dengan menggunakan mekanisme masalikul `illat dalam metode qiyas ushul fiqh, alasan mencelakan diri sendiri tak memenuhi syarat dan kualifikasi sebagai ’illat al-hukm. Ia terlalu umum (gair mundabi).

Ketiga, Merumuskan hukum (istimba al-hukm) dan menerapkan hukum (tabiq al hukm) adalah dua subyek yang berbeda.

Keempat, Dalam masalah ekstasi, peneapan hukum diqiyaskan dengan khamr karena memiliki ‘illat yang sama, yaitu memabukkan.

Sumber:

GATRA edisi 4 Februari 2009.

http://news.detik.com/read/2009/01/25/212835/1074152/10/mui-rokok-haram-untuk-anak-remaja-wanita-hamil-dan-di-tempat-umum

Shiddiq, Muhammad Ronnurus. 2009. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Pengharaman Merokok. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

www.mui.or.id/index.php/fatwa-mui.html

 

Posted in Berita.