IMG_0094

Agropeneur Pemuda dan Pertanian Islam Dalam Agrifest 2016

IMG_0094

Solo, Ahad 15/5/16. Forum Ukhuwah dan Studi Islam Fakultas Pertanian UNS menyelenggarakan Seminar Nasional Agriculture Islamic Festival yang bertemakan Aktualisasi Nilai Luhur Al-Qur’an Dengan Membangun Semangat Agrotechnopreneurship Pemuda Menuju Negeri Hijau Mandiri. Dalam kesempatan tersebut menghadirkan dua pembicara yang membahas tentang Peran Pemuda untuk pertanian mandiri melalui konsep pertanian yang dijelaskan dalam Al Qur’an. Keduanya adalah Dr. Ir. H. Suswono, MMA Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Bersatu II dan Ir. Muhaimin Iqbal Praktisi pertanian islam serta Komisaris berbagai best startup dengan konsep pertanian islam, seminar ini di moderatori oleh beliau Dr. Sc. Agr. Rahayu, SP., MP. pembina FUSI yang saat ini menjabat sebagai kepala UP KKN LPPM UNS.

Kegiatan seminar diawali dengan paparan pertama dari Dr. Suswono, beliau mengungkapkan fakta bahwa masalah kedepan yang kelak akan dihadapi setiap negara adalah pangan, energi dan air. Kata beliau pangan merupakan hal yang paling utama karena menyangkut kebutuhan hidup dan kehidupan suatu negara, begitu suatu negara pangannya rapuh maka sangat rawan konflik karena masalah pangan. Ancaman dan berbagai permasalahan pertanian yang beliau paparkan antara lain terjadinya degradasi sumber daya, variabilitas dan ketidakpastian iklim, pencemaran pertanian serta konvensi dan alih fungsi lahan. Ketertarikan pemuda terhadap sektor pertanian menurun tajam berdasarkan data KRKP yang beliau paparkan sebanyak 54% anak petani horti tidak tertarik menjadi petani sementara 73% orang tua (petani horti) menginginkan anaknya menjadi petani. Beliau juga memaparkan 63% anak petani padi tidak tertarik menjadi petani dan 50% orang tua (petani padi) menginginkan anakanya menjadi petani. Sementara penduduk dunia akan mencapai 10 miliar pada tahun 2050 dimana >75% berada di negara berkembang. Seuntai kalimat dari beliau yang cukup menarik

“Mahasiswa pertanian menganggur ?, wah bisa jadi keajaiban dunia”,

maka disini peran Perguruan Tinggi hendaknya mencetak SDM unggul yang diarahkan untuk menjadi Agropeneur dan membuka lapangan pekerjaan di bidang pertanian karena berbagai permasalahan yang ada menjadikan potensi sektor pertanian ini masih sangat luas.

Sementara Ir. Muhaimin iqbal menyampaikan mengenai konsep-konsep pertanian dalam Al- Qur’an, muqadimah beliau memaparkan Back to the Future in Agriculture with Al Qur’an. Jika kita kembali kepada petunjuk maka sejatinnya kita akan menuju peradaban masa depan, yang jauh lebih baik. Beliau menjelaskan konsep pertanian dari kandungan surat Al Hajj Ayat 5

وَتَرَى الأرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

“…Dan kalian lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.”

Dari potongan ayat diatas Ir. Muhaimin Iqbal memaparkan bahwa terdapat 5 konsep dasar pertanian yang merupakan sebuah konsep revolusi hijau.

  1. Air yang turun dikelola; konsep ini pernah dipakai di Andalusia yang keadaan curah hujannya rendah tetapi pertaniannya maju berkat tata kelola air yang baik.
  2. Tanah dihidupkan dengan mikroba (menghentikan bahan kimia)
  3. Tanah di gemburkan (tanah yang baik adalah yang berongga, beraerasi yang baik)
  4. Tanah yang didalamnya ada kehidupan, mikroba menghasilkan mineral hormon maka tanah itu dapat menghidupkan
  5. Maka akan tumbuh segala bentuk tanaman yang indah pada tanah tersebut.

Dari konsep dasar tersebut maka semua orang dapat belajar bertani dengan mudah dan dengan hasil yang luar biasa, beliau juga menyinggung permasalahan pertanian dari paparan Dr. Suswono dan menjelaskan solusinya terdapat dalam Al-Qur’an. Salah satu kutipan menarik dari beliau adalah

“Saya ngasih coach tentang urban farming, bagaimana orang kota harus kita pacu untuk bertani, mengapa? karena orang desa cita-citanya adalah seperti orang kota, jadi kalau menyuruh anak desa bertani itu keliru, jangan mengajari anak desa bertani, ajarilah orang kota bertani.. karena nanti orang desa akan mencontoh orang kota. 100 tahun Indonesia merdeka akan ada 85% penduduk Indonesia yang tinggal di kota, lalu mau makan apa kita?”.

Berikut dapat anda unduh materi yang disampaikan oleh kedua pembicara

—–Materi Dr. Suswono—-
—–Materi Ir. Muhaimin Iqbal—-

Unduh rekaman seminar (Audio)

—–Part 1—-
—–Part 2—-

Serangkaian Acara SIFT

Seminar Nasional Agriculture Islamic Festival ini sendiri merupakan serangkaian dari Sebelas Maret Islamic Festival (SIFT) 1437 H. Dimana setiap LDK-LDF se UNS berkolaborasi dalam serangkaian acara guna mensyiarkan islam sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Rangkaian acara ini dimulai dari Grand Opening pada tanggal 1 Mei 2016 dengan tabligh akbar dan berakhir pada tanggal 29 Mei 2016 KNRP Road to Campuss. (IE.)

Posted in Artikel, Berita, Download, kegiatan FUSI.