Syarh Hadist Arbain An-Nawawiyah (Setiap Amal Bergantung Niat) #KARISMA1

Berikut adalah press release KARISMA (Kajian Rutin Bersama FUSI) edisi 1.

Syarh Hadist Arbain An-Nawawiyah
Setiap Amal Bergantung Niat
oleh Ustad Syafiul Anam, Lc.

Kitab Hadist Arbain An-Nawawiyah adalah kitab yang berisi 42 hadist dengan pembulatan 40, memiliki manfaat yang luar biasa dan perhatian yang luar biasa pula dari para ulama. Kitab Hadist Arbain An-Nawawiyah merupakan kitab Imam An-Nawawi. Imam Nawawi meninggal pada usia 45 tahun dengan karya kitab 60 buah. Beliau sangat mencintai ilmu dan meninggal dalam keadaan bujang. Salah satu syaikh yang mensyarh kitab ini adalah syaikh Al-Usaimin.

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ” إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه ” متفق عليه

Terjemahan:
Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]

Urgensi menjaga niat
Hampir semua ulama yang menyusun kitab hadist dan kitab lain diawali tentang niat, shohih bukhori, riyadus sholihin, arbain annawawiyah, semua kitab-kitab petik pembahasan tentang niat selalu ada.
Bagi setiap orang itu amal yang banyak dengan niat yang banyak dan sungguh bagi setiap orang apa yang dia niatkan. Ada sebuah hadist tentang orang-orang yang sedang dihisab. Ada seorang dermawan di hari kiamat bilang “ya Allah aku memberikan harta ini karena Engkau” namun Allah mengatakan “kamu bohong”. Ada orang pintar bilang “ya Allah, saya mencari ilmu karena Engkau”, tapi kata Allah “kamu bohong”. Semua amal perbuatan yang dikerjakan tergantung biatnya, seorang dermawan yang ingin dipuji, seorang mencari ilmu karena ingin mendapatkan gelar, sertifikasi, dan sebagainya. Dan sungguh setiap orang itu mendapatkan mendapatkan balasan sesuai yang diniatkannya.
Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rosulnya maka ia hijrah kepada Allah dan Rosulnya. Artinya orang yang hijrahnya karena Allah dan Rosulnya maka dia mendapat balasan sesuai dengan apa yang dia niatkan atas hijrahnya itu.
Hijrah artinya pindahnya seseorang dari tempat kafir ke tempat iman. Sebuah hadist berbunyi “Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang kepadanya.”
Niat seseorang diibaratkan hijrah. Niat yang tidak baik menuju niat yang baik. ada sebuah cerita dimana Umar bin Khattab mencari ilmu yang awalnya bukan karena Allah, maka ilmu itu akan menolak kecuali hanya kepada Allah. Ketika mencari ilmu ada godaan-godaan untuk selain Allah, tapi ilmu sendiri meminta hanya kepada Allah. Seorang berusaha pindah dari niat yang salah kepada yang benar, dari yang bathil kepada yang haq. Itulah knp kita hrs memperbaiki niat. Imam Gazali berkata “Perbaruilah kehidupanmu”. Mungkin ada hal yang tidak benar dan perlu di ganti dengan yang baik. “…..Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin dicapainya, atau karena wanita yang ingin dia nikahinya maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia niatkan itu”.

Setiap amal akan mendapat balasan
Setiap apa yang kita lakukan baik sengaja atau tidak pasti akan mendapat balasan yang akan kita terima apalagi seorang dengan niat yang ada di dalam hati.

Hijrah ideal

Hijrah paling ideal adalah hijrah kepada Allah dan Rosul-Nya. Semua dalam kehidupan ini ketika semua telah di kembalikan kepada Allah dan Rosul-Nya maka akan kembali kepada titik kebenaran. Namun bila bergeser pada titik yang lain, akan menjadi hijrah yang sia-sia.

Hijrah paling ideal adalah hijrah kepada Allah dan Rosul-Nya. Semua dalam kehidupan ini ketika semua telah di kembalikan kepada Allah dan Rosul-Nya maka akan kembali kepada titik kebenaran. Namun bila bergeser pada titik yang lain, akan menjadi hijrah yang sia-sia.

Pentingnya niat
Niat itu sangat diperlukan dalam:

  • Membedakan antara kebiasaan dan ibadah. Ada kebiasaan yang bila diniatkan dengan baik maka akan menjadi ibadah. Misal (1) jalan santai di pagi hari selain untuk sehat, diniatkan untuk beribadah kepada Allah. (2) Bermain futsal yag diniatkan untuk silaturahim, membangun relasi. (3) Makan karena perintah Allah adalah makan yang bernilai ibadah, sahur dan berbuka puasa, makan agar di kampus tidak mengantuk. (4) Mandi junub karena perintah ibadah. (5) Memakai baju baru dengan niat ingin memperlihatkan nikmat yang Allah berikan padanya adalah sebuah ibadah bukan karena pamer/sombong.
  • Membedakan antara ibadah dengan ibadah yang lain. Misal (1) membedakan sholat 2 rokaat sunnah (sholat sunnah rawatib, tahiyatul majlis, dll) dan sholat subuh. (2) Orang yang berpuasa dengan niat puasa senin kamis atau ayamul bidh dll. (3) Mengeluarkan harta karena infaq atau zakat.

Tempatnya niat
Niat tempatnya di hati sehingga tidak perlu di lafalkan kalaupun diucapkan itu tidak bisa mewakili niat. Dalam mazhab syafi’i seorang niat dilafalkan tapi tidak wajib diucapakan. Pengucapan itu diucapakan agar connect dan memudahkan membantu konsentrasi. Urgensi hadis niat ditempatkan pertama: permasalah umat islam dalam hadist. Semua amal-amal dengan niat-niat. Bagarsiapa yang beramal tidak berdasar tuntunan syariat maka ditolak. Keihklasan dan sesuai tidaknya dengan syariat Islam. (SUZ)

Posted in Karisma.